Bandung – isi Permintaan Dua komunitas lari di Bandung menjadi sorotan publik usai aksi mereka yang membagi-bagikan minuman beralkohol jenis bir saat menggelar event lari menuai kontroversi.
Peristiwa tersebut terjadi pada akhir pekan lalu dalam sebuah acara lari santai yang diklaim bersifat “fun run”, namun diwarnai pembagian bir kepada peserta yang selesai berlari.
Aksi ini menuai kritik dari masyarakat, terutama warganet dan tokoh agama yang menilai kegiatan tersebut tidak sensitif terhadap nilai sosial dan norma budaya masyarakat Bandung dan Indonesia secara umum.
Setelah viral di media sosial, kedua komunitas yang terlibat akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui unggahan di media sosial resmi masing-masing.
Mereka tidak berniat menyinggung pihak manapun.

Baca Juga : MUI Jabar Sesalkan Pembagian Bir di Pocari Run Bandung
Komunitas kedua menyampaikan pernyataan serupa, dan menambahkan bahwa mereka tidak menyangka kegiatan tersebut akan menimbulkan dampak sebesar ini.
Mereka menyesalkan keputusan menyediakan bir tanpa mempertimbangkan persepsi masyarakat luas, terutama karena sebagian peserta adalah warga lokal yang memiliki nilai religius yang tinggi.
Kedua komunitas menyatakan siap menerima konsekuensi sosial atas tindakan mereka, dan berjanji untuk mengevaluasi ulang setiap agenda acara yang mereka selenggarakan di masa mendatang.
Selain itu, mereka juga akan menyusun pedoman internal yang lebih ketat untuk memastikan bahwa kegiatan mereka tidak lagi bertentangan dengan norma sosial, hukum, dan budaya setempat.
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mengingatkan dengan cara yang konstruktif, dan memohon kesempatan untuk memperbaiki citra komunitas
Aparat kepolisian setempat juga telah menerima laporan masyarakat terkait kegiatan ini dan menyatakan akan melakukan klarifikasi serta memanggil panitia penyelenggara.
Tokoh masyarakat dari ormas keagamaan juga menilai kejadian ini sebagai refleksi perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kegiatan komunitas-komunitas di perkotaan.
Respons masyarakat terhadap permintaan maaf kedua komunitas tersebut cukup beragam. Ada yang menerima dengan bijak, namun tidak sedikit pula yang tetap mengecam keras.






