Bandung – MUI Jabar Jawa Barat melalui pernyataannya mengaku prihatin atas insiden pembagian bir dalam event Pocari Sweat Run 2025 di Kota Bandung pada 19–20 Juli 2025.
Pihak MUI menilai hal tersebut sangat kontradiktif dengan semangat olahraga dan norma agama yang dijunjung tinggi di Jawa Barat.
Insiden yang viral di media sosial menunjukkan komunitas lokal — Free Runners Bandung — menyediakan bir gratis di area cheering zone menjelang garis finish
MUI meminta pihak penyelenggara dan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi izin dan pelaksanaan event semacam ini ke depan.
Menurut MUI, insiden ini mencederai kepercayaan masyarakat terhadap event olahraga yang selama ini dipandang sebagai ajang positif.
Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa ada pelari muslim yang tak sengaja mengonsumsinya dan melanggar larangan agama.
Sebab, penyelenggara mestinya memiliki mekanisme jelas untuk menjaga kandungan minuman sepanjang acara.
Ketua MUI Jabar mendesak agar ada tinjauan ulang terhadap SOP dan regulasi pendukung event olahraga massal di tingkat provinsi.
Di level pemerintah, Dispora Jawa Barat telah menyarankan blokir aktifitas komunitas Free Runners Bandung karena dianggap telah melanggar semangat olahraga
PUI Kota Bandung juga telah mengecam keras dan meminta pihak berwenang menindak tegas pelaku, serta memanggil panitia penyelenggara
Wali Kota Bandung menyampaikan permintaan maaf sambil menegaskan pihaknya tidak mengizinkan kegiatan alkohol, serta berharap komunitas menyelesaikan hal ini secara internal
MUI menyesalkan respon yang lambat dan meminta agar tidak hanya berhenti di pernyataan, melainkan tindakan konkret.
Regulasi semacam itu akan menjadi semacam ‘garis merah’ dalam event-event olahraga di wilayah berpenduduk mayoritas muslim seperti Jawa Barat.

Baca Juga : Partai NasDem Amanatkan Farhan Dua Periode Jadi Wali Kota Bandung
Media sosial pun ramai dengan komentar protes, menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak terkait
MUI menilai hal ini bukan sekadar kesalahan teknis, namun sudah masuk ke ranah moral dan syariat.
Organisasi ini menekankan bahwa event ke depan harus lebih inklusif, memerhatikan sensitivitas agama dan budaya lokal.
MUI berharap pemerintah membuat pedoman baku mengenai minuman dan sponsor di event publik, agar tidak terjadi kesalahan serupa.
Sebagai kesimpulan, MUI Jawa Barat menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan mendesak agar ada tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan instansi terkait.
MUI mengajak seluruh elemen — pemerintah, penyelenggara, peserta, dan komunitas — untuk bersama-sama menjaga sportivitas, norma agama, dan citra Jawa Barat yang religius dan sehat.






