Koran Bandung – Pemprov DKI Bentuk Jakarta bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Pasar Induk Kramat Jati pada pagi hari Kamis (11/12). Kebakaran yang melahap ratusan kios di pasar terbesar di Jakarta Timur ini mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit, dan menyebabkan sejumlah pedagang kehilangan tempat usaha mereka.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB tersebut menghanguskan sebagian besar kios buah yang ada di bagian barat pasar, serta beberapa kios lainnya yang menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari. Meskipun api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam, kerusakan yang ditimbulkan cukup parah dan banyak pedagang yang terpaksa berhenti berjualan akibat kehilangan barang dagangan serta tempat usaha.
Tanggapan Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, segera menginstruksikan pembentukan tim investigasi setelah menerima laporan tentang kebakaran tersebut. Tim ini terdiri dari berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim ini bertugas untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran serta mengevaluasi prosedur keamanan yang ada di pasar tersebut, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan bagi warga dan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
Tim investigasi juga akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan guna mengetahui apakah kebakaran ini disebabkan oleh kelalaian, faktor teknis, atau bahkan adanya unsur kesengajaan.
Pemprov DKI Bentuk Penyebab Kebakaran yang Masih Belum Jelas
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati masih belum diketahui. Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api pertama kali muncul di salah satu kios buah yang terletak di dekat pintu masuk utama pasar. Dari sana, api dengan cepat merambat ke kios-kios lainnya yang sebagian besar terbuat dari bahan yang mudah terbakar, seperti kayu dan plastik.
“Pada awalnya kami tidak tahu pasti dari mana asal api itu. Tiba-tiba saja ada kepulan asap dan api yang membesar sangat cepat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Sigit Prabowo, menjelaskan bahwa upaya pemadaman api berjalan cukup lancar berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran.
Baca Juga : Balada Nana Tukang Kunci di Kuningan
Pemprov DKI Bentuk Kerugian dan Dampak Bagi Pedagang
Kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi pedagang yang menggantungkan hidup mereka dari pasar tersebut. Sejumlah pedagang yang kiosnya terbakar harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah, akibat barang dagangan yang hancur dan rusak terbakar.
“Saya sudah berjualan di sini lebih dari 20 tahun. Semua barang dagangan saya terbakar habis. Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kami,” ujar Yusuf, salah satu pedagang buah yang kiosnya terkena dampak kebakaran.
Selain kerugian materi, kebakaran juga mempengaruhi pendapatan pedagang, yang untuk sementara waktu harus menunggu proses perbaikan dan rekonstruksi pasar. Pihak pengelola Pasar Induk Kramat Jati juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan perbaikan di kawasan yang terdampak kebakaran.
Upaya Pemulihan dan Bantuan kepada Pedagang
“Pemprov DKI Jakarta akan memberikan bantuan kepada pedagang yang terdampak kebakaran.
Pentingnya Peningkatan Keamanan Pasar
Kebakaran ini kembali mengingatkan pentingnya peningkatan sistem keamanan di pasar-pasar tradisional di Jakarta. Banyak pasar yang memiliki infrastruktur yang sudah tua dan rentan terhadap berbagai risiko kebakaran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji untuk melakukan evaluasi dan peningkatan standar keselamatan kebakaran di semua pasar tradisional yang ada di Jakarta.
“Kami akan meninjau kembali standar keselamatan kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati dan pasar-pasar lainnya. Ke depan, kami akan memastikan bahwa semua pasar memiliki sistem pencegahan kebakaran yang lebih baik, seperti instalasi alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi yang jelas, serta pemantauan rutin,” kata Gubernur Heru.
Selain itu, pihak Pemprov DKI juga akan melakukan penyuluhan kepada para pedagang mengenai pentingnya keselamatan kebakaran dan bagaimana cara mengantisipasi risiko kebakaran di pasar-pasar.
Tindak Lanjut Penyidikan Polisi
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Kramat Jati telah memulai penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka akan memeriksa saksi-saksi, termasuk para pedagang dan petugas keamanan pasar, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Kapolsek Kramat Jati, AKP Budi Santoso, menyebutkan bahwa pihaknya akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kebakaran.






