Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Sekolah di Jabar Ramai-ramai Terapkan Belajar dari Rumah

Skintific

Bandung – Sekolah di Jabar Sejumlah sekolah di wilayah Jawa Barat (Jabar) mulai menerapkan kembali kebijakan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kebijakan ini diberlakukan secara serentak di berbagai kabupaten dan kota menyusul kondisi lingkungan dan cuaca yang dinilai kurang kondusif.

Skintific

Salah satu penyebab utama adalah tingginya tingkat polusi udara yang melanda beberapa kota besar seperti Bandung, Bekasi, dan Bogor.

Dinas Pendidikan Jawa Barat menyatakan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.

Dalam surat edaran resmi, sekolah diminta untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi masing-masing wilayah.

Sekolah di Jabar
Sekolah di Jabar

 

Baca Juga : Pemugaran Gunung Padang Ditunda Sikapi Gejolak Sosial dan Politik

Beberapa sekolah menerapkan PJJ penuh, sementara yang lain menggunakan sistem blended learning atau pembelajaran campuran.

Orang tua siswa menyambut baik kebijakan ini, meskipun di sisi lain mereka harus kembali beradaptasi mendampingi anak belajar dari rumah.

Tidak sedikit orang tua yang menyampaikan tantangan dalam menyediakan perangkat pembelajaran seperti gadget dan koneksi internet.

Sementara itu, para guru dituntut untuk kembali menyusun materi pembelajaran digital yang menarik dan mudah.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, dalam konferensi pers, mengatakan bahwa keputusan ini bersifat sementara dan situasional.

“Kami akan evaluasi setiap minggu, dan jika kondisi sudah membaik, sekolah bisa kembali tatap muka secara penuh,” ujarnya.

Selain polusi udara, faktor lain yang mendorong kebijakan ini adalah lonjakan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) .

Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan kunjungan anak ke puskesmas karena keluhan batuk dan sesak napas.

Pemerintah Provinsi Jabar juga mengeluarkan imbauan agar warga membatasi aktivitas luar ruang, terutama anak-anak.

Sejumlah kepala sekolah menyatakan bahwa mereka telah menyiapkan platform digital sejak pandemi, sehingga tidak terlalu kesulitan beradaptasi kembali.

Beberapa sekolah menggunakan Google Classroom, Zoom, atau WhatsApp Group untuk menyampaikan materi dan tugas.

Namun, sekolah di daerah pedesaan mengaku kesulitan karena keterbatasan infrastruktur dan minimnya sinyal internet.

Skintific