Bandung – Serikat Pekerja Suasana di sekitar Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) tampak sepi dan tertutup bagi pengunjung selama beberapa waktu terakhir.
Penutupan ini terjadi akibat sejumlah alasan, termasuk evaluasi perizinan, penyesuaian operasional, hingga persoalan manajemen internal.

Baca Juga : Korupsi Telkomsigma Minta Bebas karena Sudah Bayar Rp 266 Miliar
Namun, kondisi tersebut kini memunculkan tekanan dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Serikat Pekerja di lingkungan Bandung Zoo.
Mereka mendesak pihak pengelola dan pemerintah daerah untuk segera membuka kembali operasional kebun binatang tersebut.
Desakan ini disampaikan secara terbuka melalui aksi damai dan pernyataan resmi kepada media dan otoritas terkait.
Ketua Serikat Pekerja Bandung Zoo menyatakan bahwa penutupan berkepanjangan telah berdampak besar terhadap nasib para pekerja.
Menurutnya, banyak pekerja yang kini kesulitan secara ekonomi karena kehilangan pendapatan tetap.
“Kami tidak tahu harus bertahan sampai kapan. Ini bukan hanya tentang pekerjaan, tapi tentang keluarga kami yang butuh makan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar karyawan bergantung sepenuhnya pada penghasilan dari kebun binatang tersebut.
Termasuk di antaranya adalah petugas kebersihan, penjaga satwa, teknisi, dan staf administrasi.
Selain masalah ekonomi, para pekerja juga mengkhawatirkan kondisi satwa-satwa yang ada di dalam Bandung Zoo.
Meskipun masih ada staf yang merawat, keterbatasan dana membuat perawatan
“Kami takut kalau ini dibiarkan, kondisi kesehatan dan kesejahteraan satwa akan terganggu,” ujar salah satu penjaga hewan.
Serikat Pekerja menyebut bahwa perawatan satwa membutuhkan anggaran rutin yang besar, dan saat ini pendanaan itu sangat terbatas.
Aksi desakan pembukaan ini bukan tanpa dasar. Serikat Pekerja mengklaim bahwa pihak manajemen telah melakukan berbagai pembenahan sesuai permintaan pemerintah.
Mulai dari perbaikan kandang, penataan lingkungan, hingga pemenuhan standar operasional prosedur (SOP) baru telah dijalankan.
Mereka juga menyebut bahwa beberapa rekomendasi dari pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah dilaksanakan.
Oleh karena itu, menurut mereka tidak ada lagi alasan untuk terus menutup kebun binatang tersebut.






