Bandung – Uilliam Barros Sang Sepak bola Indonesia kembali kedatangan penyerang asing bertalenta. Kali ini, Persib Bandung merekrut Uilliam Barros, striker asal Brasil yang disebut-sebut punya gaya main mirip Filippo Inzaghi.
Uilliam Barros bukan nama asing di kalangan pecinta sepak bola Brasil. Ia dikenal sebagai penyerang dengan insting mencetak gol yang sangat tajam.
Bergabungnya Barros ke Persib Bandung menambah kekuatan lini depan Maung Bandung yang sebelumnya sudah memiliki beberapa nama mentereng.
Namun, yang membuat publik penasaran adalah julukan yang disematkan kepadanya: “The Next Inzaghi.” Julukan ini bukan tanpa alasan.
Baca Juga : Kemendagri Tunggu Laporan Wabup soal Bupati Sidoarjo Mutasi 60 ASN
Gaya bermain Barros sangat khas: selalu berada di posisi yang tepat, tahu kapan harus bergerak, dan tak pernah lelah mengejar bola liar di kotak penalti.
Sama seperti Filippo Inzaghi, Barros bukan tipe striker yang terlalu teknikal atau penuh aksi skill, tapi efektivitasnya di depan gawang sangat tinggi.
Ia adalah striker klasik yang jarang menyentuh bola, tapi selalu jadi pembeda saat peluang datang.
Dalam debutnya bersama Persib Bandung di laga pramusim, Barros langsung mencetak gol meski baru bermain beberapa menit di lapangan.
Gol tersebut lahir dari situasi lepas bola di kotak penalti, dan Barros tanpa ampun langsung menceploskan bola ke gawang lawan.
Kemampuan membaca permainan dan pergerakannya yang cerdas membuat ia selalu berada di posisi berbahaya bagi lawan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyebut Barros sebagai pemain yang “tidak banyak bicara, tapi tahu apa yang harus dilakukan di lapangan.
Barros sendiri mengaku bahwa ia memang mengidolakan Filippo Inzaghi sejak kecil dan sering menonton cuplikan gol-golnya.
Ia belajar bagaimana Inzaghi bisa mencetak gol meski hanya dengan satu atau dua sentuhan, dan mencoba menerapkannya dalam permainannya.
Karier Barros dimulai di klub-klub kecil Brasil, lalu perlahan merangkak naik hingga tampil di liga kasta kedua dan ketiga.
Meskipun tidak bermain di liga top Eropa, insting golnya






